Shopping cart

Magazines cover a wide array subjects, including but not limited to fashion, lifestyle, health, politics, business, Entertainment, sports, science,

TnewsTnews
Threat Intelligence Landscape

Cara Mencegah Kebocoran Data: Panduan Komprehensif

Cara Mencegah Kebocoran Data: Panduan Komprehensif

Sebagian besar kebocoran data terjadi karena masalah operasional, termasuk kesalahan teknis dan manusia. Mencegah kebocoran data memerlukan pendekatan keamanan siber yang kuat dan berlapis-lapis, serta komitmen terhadap privasi data. Selain itu, tim keamanan tidak hanya harus menyediakan sistem pertahanan yang kokoh, tetapi juga menerapkan rencana respons insiden agar dapat pulih dengan cepat jika terjadi serangan siber.

Berikut beberapa taktik efektif untuk mencegah kebocoran data:

1. Menilai dan Mengaudit Keamanan

Organisasi harus secara rutin memeriksa dan memastikan bahwa mereka memiliki perlindungan yang memadai dan kebijakan yang tepat untuk melindungi data. Langkah ini sangat penting, terutama untuk mematuhi peraturan yang berlaku terkait keamanan data. Jika ditemukan celah atau titik lemah dalam sistem, segera lakukan perbaikan untuk menghindari risiko.

2. Batasi Akses Data

Setiap karyawan hanya boleh diberikan akses ke data yang mereka butuhkan untuk melakukan pekerjaannya secara efisien. Pembatasan akses ini membantu mencegah paparan data yang tidak perlu dan mengurangi risiko kebocoran informasi sensitif.

3. Evaluasi dan Perbarui Penyimpanan Data

Praktik penyimpanan data yang sudah usang dapat menciptakan kerentanan. Organisasi harus secara berkala memantau data yang dikumpulkan dan cara penyimpanannya. Penggunaan teknologi penyimpanan yang lebih aman dan sesuai standar terkini sangat dianjurkan untuk menghindari eksposur yang tidak diinginkan.

4. Hapus Data Lama

Melakukan pembersihan data secara rutin adalah langkah penting untuk mengurangi risiko kebocoran. Data yang tidak lagi digunakan harus dihapus atau disanitasi dengan benar untuk mencegah akses yang tidak sah.

5. Pelatihan Kesadaran Keamanan Siber untuk Karyawan

Karyawan harus diberikan pelatihan rutin tentang kesadaran keamanan siber. Anggaplah karyawan sebagai garis pertahanan tambahan dalam mencegah pelanggaran data. Mereka harus diajarkan cara mengenali email berbahaya dan melaporkannya kepada tim keamanan untuk ditangani lebih lanjut.

6. Jangan Pernah Mempercayai, Selalu Verifikasi

Sistem IT tidak boleh secara otomatis mempercayai perangkat atau akun apa pun dalam jaringan perusahaan. Menerapkan pendekatan keamanan zero-trust adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah akses yang tidak diinginkan ke data sensitif. Setiap perangkat atau pengguna yang ingin mengakses jaringan harus melalui verifikasi terlebih dahulu.

7. Gunakan Autentikasi Multi-Faktor (MFA)

Kebijakan kata sandi yang kuat untuk karyawan memang penting, tetapi jangan hanya mengandalkannya. Mengimplementasikan autentikasi multi-faktor memastikan bahwa kebocoran kata sandi saja tidak cukup untuk menyebabkan pelanggaran data. Dengan MFA, karyawan perlu melalui beberapa langkah verifikasi untuk mengakses data, sehingga memperkuat keamanan.

8. Pantau Risiko dari Pihak Ketiga

Serangan rantai pasokan (supply chain attacks) dapat terjadi ketika vendor pihak ketiga mengalami pelanggaran keamanan, seperti jika salah satu akun email mereka diretas. Serangan ini dapat menyebabkan kebocoran data yang berdampak besar. Oleh karena itu, penting bagi organisasi untuk memantau dan menilai risiko yang muncul dari kerja sama dengan pihak ketiga.

9. Off-boarding Karyawan Secara Tepat

Pastikan proses off-boarding atau pemutusan hubungan kerja dilakukan dengan benar. Ini mencakup sepenuhnya mencabut akses karyawan yang keluar ke perangkat lunak, sistem, dan file. Nonaktifkan semua akun dan pastikan pengembalian peralatan perusahaan untuk menghindari potensi kebocoran data dari mantan karyawan.

Kesimpulan

Mencegah kebocoran data membutuhkan kombinasi dari pengelolaan keamanan yang baik, pelatihan karyawan, dan penggunaan teknologi modern. Dengan langkah-langkah seperti audit keamanan, pembatasan akses data, pelatihan kesadaran keamanan siber, dan penerapan autentikasi multi-faktor, organisasi dapat melindungi informasi sensitif mereka dari risiko kebocoran data. Selain itu, menjaga hubungan dengan pihak ketiga dan memastikan karyawan yang keluar tidak lagi memiliki akses ke sistem juga menjadi bagian penting dari strategi pencegahan ini.

 

Comments are closed

Related Posts