Shopping cart

Magazines cover a wide array subjects, including but not limited to fashion, lifestyle, health, politics, business, Entertainment, sports, science,

TnewsTnews
Application Security

Tingkatan Kematangan (Maturity) dalam Keamanan Siber Aviasi

Tingkatan Kematangan (Maturity) dalam Keamanan Siber Aviasi

Tingkatan kematangan (maturity levels) dalam kepemimpinan dan tata kelola keamanan siber serta Sistem Manajemen Keamanan Informasi (ISMS – Information Security Management System). Model ini membantu organisasi dalam memahami posisi mereka dalam keamanan siber dan memberikan panduan peningkatan bertahap.

Tingkatan Kematangan (Maturity) dalam Keamanan Siber Aviasi

Tingkatan Kematangan dalam Keamanan Siber

Model ini terdiri dari 5 tingkat kematangan, dari A (Informal Arrangements) hingga E (Optimised). Berikut penjelasan setiap tingkatnya:

1. Level A – Informal Arrangements (Pengaturan Tidak Formal)

Kepemimpinan & Tata Kelola (Leadership & Governance)

  • Tidak ada kebijakan, strategi, atau rencana keamanan siber yang menyeluruh.
  • Organisasi belum memiliki arah yang jelas dalam mengelola risiko keamanan siber.

Sistem Manajemen Keamanan Informasi (ISMS)

  • Tidak ada dokumen atau kebijakan ISMS yang terdokumentasi.
  • Keamanan siber masih bersifat ad-hoc dan bergantung pada keputusan individu tanpa sistem yang jelas.

2. Level B – Defined (Didefinisikan)

Kepemimpinan & Tata Kelola (Leadership & Governance)

  • Kebijakan keamanan siber telah ditetapkan, namun masih belum sepenuhnya diterapkan secara organisasi.
  • Sebagian strategi atau rencana sudah ada, tetapi hubungan dengan manajemen senior masih lemah atau belum terintegrasi.
  • Peran dan tanggung jawab sudah ditetapkan, tetapi belum ada koordinasi yang kuat.

Sistem Manajemen Keamanan Informasi (ISMS)

  • Beberapa bagian dari ISMS sudah terdokumentasi dan diterapkan, tetapi masih berdiri sendiri tanpa keterkaitan dengan departemen lain atau sistem keamanan lainnya.
  • Belum ada integrasi antar bagian dalam organisasi terkait kebijakan ISMS.

3. Level C – Managed (Terkelola)

Kepemimpinan & Tata Kelola (Leadership & Governance)

  • Kebijakan keamanan siber didukung oleh strategi dan rencana yang telah disetujui oleh manajemen senior.
  • Risiko utama sudah dipahami dan diterima oleh manajemen puncak sebagai bagian dari strategi keamanan organisasi.
  • Organisasi mulai menerapkan pendekatan yang lebih sistematis dalam pengelolaan risiko keamanan siber.

Sistem Manajemen Keamanan Informasi (ISMS)

4. Level D – Assured (Terjamin)

Kepemimpinan & Tata Kelola (Leadership & Governance)

  • Rencana keamanan siber telah didukung dengan pendanaan yang memadai.
  • Komitmen manajemen senior terlihat jelas dalam mengimplementasikan kebijakan dan meningkatkan keamanan siber di seluruh organisasi.
  • Organisasi secara aktif memantau dan meningkatkan strategi keamanan siber mereka berdasarkan evaluasi berkala.

Sistem Manajemen Keamanan Informasi (ISMS)

  • ISMS telah tersertifikasi dengan indikator kinerja utama (KPIs) yang jelas dan dipantau secara berkala.
  • Seluruh proses ISMS, QMS, dan SMS telah dikoordinasikan dan bekerja secara sinergis.

5. Level E – Optimised (Dioptimalkan)

Kepemimpinan & Tata Kelola (Leadership & Governance)

  • Kebijakan dan rencana keamanan siber secara berkala diperbarui untuk mencerminkan perkembangan ancaman dan risiko terbaru.
  • Organisasi memiliki proses berkelanjutan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan memperbaiki sistem keamanan mereka.

Sistem Manajemen Keamanan Informasi (ISMS)

  • Dilakukan review reguler terhadap praktik terbaik terbaru dalam keamanan informasi.
  • Indikator kinerja (KPIs) menunjukkan peningkatan yang berkelanjutan dalam keamanan siber.
  • Organisasi memiliki Sistem Manajemen Terintegrasi (IMS) yang tersertifikasi, menunjukkan kematangan dalam pengelolaan keamanan siber yang optimal.

Kesimpulan

  • Tingkat kematangan ini menunjukkan bagaimana organisasi mengembangkan pendekatan mereka terhadap keamanan siber, mulai dari yang belum memiliki kebijakan formal (Level A) hingga memiliki sistem yang optimal dan berkelanjutan (Level E).
  • Level C (Managed) dianggap sebagai level minimum yang harus dicapai oleh organisasi untuk memiliki keamanan siber yang memadai.
  • Untuk mencapai tingkat kematangan yang lebih tinggi (D & E), organisasi harus memiliki kepemimpinan yang kuat, anggaran yang memadai, dan proses yang terus diperbarui terhadap perkembangan ancaman.

Pendekatan ini membantu organisasi memahami posisi mereka dalam pengelolaan risiko keamanan siber dan memberikan panduan yang jelas dalam meningkatkan ketahanan terhadap ancaman siber.

 

Comments are closed

Related Posts