Shopping cart

Magazines cover a wide array subjects, including but not limited to fashion, lifestyle, health, politics, business, Entertainment, sports, science,

TnewsTnews
  • Home
  • Case Studies
  • Era Keamanan Siber Semakin Matang: Menghadapi Tantangan dan Peluang di Era Digital
Case Studies

Era Keamanan Siber Semakin Matang: Menghadapi Tantangan dan Peluang di Era Digital

Era Keamanan Siber Semakin Matang: Menghadapi Tantangan dan Peluang di Era Digital

1 Desember 2020 – Dalam beberapa dekade terakhir, keamanan siber terus berkembang dari hanya sekadar pelengkap TI menjadi elemen strategis utama dalam dunia bisnis dan teknologi. Kini, dengan pengalaman yang matang dan pandangan ke depan yang tajam, keamanan siber memainkan peran penting dalam melindungi industri, organisasi, dan individu. Pandemi COVID-19 telah mempercepat transformasi ini, memaksa organisasi untuk meninjau ulang strategi keamanan mereka demi beradaptasi dengan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

COVID-19 Mengubah Strategi Keamanan Siber

Hasil survei dari laporan PwC Global Digital Trust Insights 2021: Cybersecurity Comes of Age menunjukkan perubahan signifikan dalam pendekatan keamanan siber:

  • 96% pejabat eksekutif menyatakan bahwa mereka mengubah strategi keamanan sibernya akibat pandemi. Sebanyak 50% dari mereka kini menjadikan keamanan siber sebagai faktor utama dalam pengambilan keputusan bisnis, naik dari hanya 25% tahun sebelumnya.
  • 51% CEO melaporkan peningkatan interaksi dengan Chief Information Security Officer (CISO), mencerminkan peran penting CISO dalam keberlangsungan dan pertumbuhan organisasi.
  • Organisasi mempercepat digitalisasi mereka, dengan banyak yang maju ke rencana tahun kedua atau ketiga dari strategi lima tahun mereka.

“Meningkatnya kompleksitas ancaman siber memaksa organisasi untuk memprioritaskan keamanan siber dalam setiap aspek bisnis. CISO kini menjadi mitra strategis yang penting untuk mengelola risiko ini,” ujar Sean Joyce, Global Cybersecurity Leader, PwC AS.

Kekurangan Tenaga Kerja dan Pentingnya Kesiapan Tim Siber

Dengan 3,5 juta pekerjaan di bidang keamanan siber diproyeksikan akan terisi pada tahun 2021, industri ini menghadapi tantangan besar berupa kurangnya pekerja terampil. Beberapa fakta menarik dari survei:

  • 51% eksekutif berencana menambah staf keamanan siber full-time, dengan 22% akan meningkatkan jumlah staf lebih dari 5%.
  • Posisi yang paling dicari adalah cloud solutions architects (43%), security intelligence (40%), dan data analysts (37%).

Organisasi juga mulai beralih ke pendekatan baru seperti:

  • Upskilling tenaga kerja internal.
  • Menggunakan layanan terkelola untuk kebutuhan teknologi yang kompleks.

Meninjau Anggaran Siber: Efisiensi dan Fokus

Meskipun 55% organisasi meningkatkan anggaran sibernya di tahun 2021, ada kekhawatiran mengenai alokasinya:

  • 55% responden merasa pengeluaran siber mereka tidak fokus pada risiko yang paling signifikan.
  • 44% organisasi mempertimbangkan untuk mengubah proses penganggaran mereka agar lebih terarah.

Namun, otomatisasi dan rasionalisasi teknologi membantu menekan biaya tanpa mengurangi efektivitas keamanan.

Melawan Pelaku Serangan Siber dengan Teknologi Canggih

Organisasi besar mulai memanfaatkan teknologi inovatif seperti:

  • Zero Trust Architecture.
  • Adopsi cloud yang dipercepat.
  • Virtualisasi untuk meningkatkan ketahanan dan respons terhadap serangan.

Sebanyak 43% eksekutif melaporkan peningkatan pengalaman pelanggan dan waktu respons yang lebih cepat terhadap gangguan.

“Teknologi yang semakin terjangkau memungkinkan usaha kecil dan menengah turut menikmati keuntungan dari model keamanan siber modern,” kata Chairil Tarunajaya, Risk Consulting Leader, PwC Indonesia.

Membangun Ketahanan Siber

Tahun 2020 memperlihatkan peningkatan ancaman seperti ransomware, pelanggaran data di lembaga kesehatan, dan serangan phishing. Sebanyak 40% organisasi berencana meningkatkan pengujian ketahanan mereka untuk memastikan layanan bisnis tetap berjalan di tengah ancaman.

Menurut laporan, ancaman terbesar di tahun 2021 adalah:

  • Internet of Things (IoT) dan layanan cloud (disebutkan oleh 33% responden).
  • Serangan terhadap cloud yang dapat menyebabkan dampak negatif signifikan (24% responden).

Kesimpulan: Keamanan Siber di Era Baru

Keamanan siber kini menjadi elemen fundamental dalam membangun kepercayaan, ketahanan, dan inovasi organisasi. Dengan investasi yang tepat dalam teknologi, tenaga kerja, dan proses, organisasi dari berbagai skala dapat melindungi diri dari ancaman yang terus berkembang. Era keamanan siber telah mencapai tingkat kematangan baru—dan akan terus menjadi fondasi utama dalam dunia digital yang semakin kompleks.

 

Comments are closed

Related Posts