On-path attacker adalah peretas yang menempatkan diri di antara dua perangkat, seperti antara browser pengguna dan server web, untuk menyadap atau memodifikasi komunikasi di antara keduanya. Tujuannya bisa beragam, mulai dari mencuri data hingga menyamar sebagai salah satu pihak. Serangan ini bisa menargetkan komunikasi di situs web, email, DNS, atau bahkan jaringan WiFi publik.
Analogi sederhananya, bayangkan seorang pekerja pos nakal yang membuka dan mengedit surat antara dua orang, lalu mengirimkannya kembali seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Bagaimana Cara Kerja On-Path Attack?
- Menyadap dan Mencuri Informasi:
- Penyerang bisa menempatkan diri di antara pengguna dan situs web untuk mengumpulkan informasi, seperti username dan password.
- Serangan ini biasanya dilakukan dengan membajak koneksi HTTP dan bertindak sebagai perantara yang tampak sah di mata pengguna maupun server.
- Pencurian Cookies:
- Cookies adalah data kecil yang disimpan oleh situs web di perangkat pengguna. Penyerang bisa mencuri cookies untuk membajak sesi pengguna dan menyamar sebagai mereka di situs tertentu.
- Serangan DNS:
Apa Itu Email Hijacking?
Email hijacking terjadi ketika peretas menyusup ke server email dan mengawasi komunikasi email. Salah satu bentuk penipuan yang umum adalah:
- Saat ada transaksi finansial, penyerang mengirim email palsu dengan alamat mirip dengan pengirim asli. Mereka meminta penerima mengirim uang ke rekening yang dimiliki oleh peretas, dengan alasan seperti, “Maaf, ada kesalahan di email sebelumnya. Nomor rekening saya sebenarnya: XXX-XXXX.”
- Kasus seperti ini sangat merugikan karena tampak seperti email biasa dan sah. Contoh nyata terjadi pada tahun 2015 di Belgia, di mana kelompok penjahat siber mencuri lebih dari 6 juta euro dari perusahaan Eropa menggunakan metode ini.
Mengapa Jaringan WiFi Publik Berisiko?
Serangan on-path sering terjadi di jaringan WiFi publik, terutama karena:
- Jaringan WiFi palsu: Penyerang bisa membuat jaringan WiFi yang terlihat seperti jaringan asli dan aman.
- Pemantauan aktivitas pengguna: Begitu pengguna terhubung ke jaringan berbahaya, penyerang bisa memonitor aktivitas online mereka atau mengarahkan mereka ke situs palsu yang tampak seperti situs asli.
Bagaimana Cara Melindungi Diri dari On-Path Attacker?
Tidak ada satu solusi yang bisa sepenuhnya mengatasi serangan ini, tetapi ada beberapa langkah pencegahan yang efektif:
- Menggunakan SSL/TLS:
- SSL/TLS membantu mengamankan koneksi antara pengguna dan situs web. Namun, serangan yang lebih canggih bisa mengatasi perlindungan ini.
- Untuk keamanan lebih lanjut, beberapa situs menerapkan HTTP Strict Transport Security (HSTS), yang memaksa semua koneksi berjalan melalui SSL/TLS dan mencegah pencurian cookies.
- Sertifikat Autentikasi:
- Perusahaan dapat menggunakan autentikasi berbasis sertifikat di seluruh perangkat mereka agar hanya pengguna dengan sertifikat yang benar yang bisa mengakses sistem.
- Mengamankan Email dengan S/MIME:
- S/MIME mengenkripsi email dan memungkinkan pengguna menandatangani email secara digital menggunakan Digital Certificate. Ini membantu penerima memverifikasi keaslian pesan.
- Menghindari Pengiriman Data Sensitif di WiFi Publik:
- Sebaiknya tidak mengirimkan informasi sensitif melalui WiFi publik kecuali dilindungi oleh Virtual Private Network (VPN). VPN membantu mengenkripsi data dan menjaga privasi pengguna saat menggunakan jaringan tidak aman.
On-path attack adalah jenis serangan yang serius karena bisa mengancam privasi dan keamanan data pengguna. Serangan ini dapat dilakukan melalui jaringan publik, email, atau bahkan komunikasi DNS. Oleh karena itu, penting bagi pengguna dan perusahaan untuk menerapkan langkah-langkah keamanan seperti SSL/TLS, HSTS, sertifikat digital, dan VPN.
Untuk itu pemerintah harus menekankan pentingnya regulasi yang kuat dalam menangani serangan seperti ini. Di Indonesia, regulasi pelaporan insiden serangan siber masih berkembang. Pemerintah perlu mendorong kebijakan yang mewajibkan perusahaan untuk segera melaporkan insiden kepada Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) agar analisis dan mitigasi bisa dilakukan dengan cepat.









Comments are closed